Sejarah Alat Musik TurntableSejarah Alat Musik Turntable

Perkenalan

Alat musik turntable, juga dikenal sebagai pemutar piringan atau phonograph, adalah perangkat klasik yang telah memainkan peran penting dalam dunia musik selama lebih dari satu abad. Meskipun teknologi digital dan streaming audio menjadi dominan di era modern, turntable masih memiliki daya tarik yang kuat bagi para pecinta musik dan DJ. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi sejarah panjang dan perkembangan alat musik turntable, serta dampaknya terhadap perkembangan musik.Kunjungi halaman ini untuk menemukan artikel penjelasan tentang gitar akustik .

Awal Mula Turntable 

Sejarah turntable dimulai pada abad ke-19 dengan penemuan oleh Thomas Edison. Pada tahun 1877, Edison menciptakan phonograph, yang merupakan alat pertama yang mampu merekam dan memutar suara. Meskipun bukan turntable modern yang kita kenal saat ini, phonograph Edison menggunakan silinder sebagai media penyimpanan suara.

Pada awal tahun 1900-an, teknologi turntable mulai berkembang lebih lanjut. Victor Talking Machine Company memperkenalkan pemutar piringan hitam yang menggunakan piringan datar dan jarum penggores, yang merupakan cikal bakal dari turntable modern. Piringan hitam yang digunakan pada saat itu memiliki kecepatan rotasi 78 RPM (rotasi per menit) dan terbuat dari bahan shellac.

Era Piringan Hitam (Sejarah Alat Musik Turntable)

Pada tahun 1940-an dan 1950-an, industri musik menyaksikan era keemasan piringan hitam. Piringan hitam dengan kecepatan rotasi 33 1/3 RPM dan 45 RPM menjadi standar dalam industri rekaman. Ini memungkinkan musik untuk direkam dalam format yang lebih panjang dan berkualitas lebih baik daripada 78 RPM.

Pada saat yang sama, teknologi turntable terus berkembang. Alat musik turntable mulai menggunakan desain tangan lengan yang bisa dipertukarkan, yang memungkinkan pengguna untuk memutar berbagai jenis piringan hitam dengan jarum yang sesuai. Ini adalah tonggak penting dalam sejarah turntable, karena memungkinkan pemutaran piringan hitam yang lebih presisi dan berkualitas tinggi.

Era Vinyl

Era tahun 1960-an hingga 1980-an adalah masa kejayaan format vinyl. Piringan hitam 12 inci dengan kecepatan rotasi 33 1/3 RPM menjadi format standar untuk album musik. Turntable menjadi lebih canggih dengan fitur-fitur seperti pemutar otomatis, pembersih piringan, dan sistem pengaturan kecepatan yang lebih baik.

Selama periode ini, industri rekaman terus memproduksi album musik dalam format vinyl, dan turntable menjadi perangkat utama untuk mendengarkan musik di rumah. Banyak perusahaan menghasilkan berbagai model turntable dengan kualitas audio yang beragam, dari yang terjangkau hingga yang mahal.

Revolusi DJ dan Turntable Modern (Sejarah Alat Musik Turntable)

Pada tahun 1970-an, turntable mengalami perubahan besar yang akan mengubah dunia musik selamanya. Itu adalah awal dari peran turntable dalam budaya DJ. DJ Kool Herc di New York City dianggap sebagai salah satu pelopor dalam penggunaan turntable sebagai instrumen musik. Dia mengembangkan teknik pemutaran mundur (backspin) yang menjadi ciri khas dalam musik hip-hop.

Pada tahun 1980-an, teknologi turntable semakin canggih, dan pemutar piringan hitam dengan tangan lengan yang bisa dipertukarkan menjadi alat utama dalam kultur DJ. Teknologi “direct drive” yang digunakan oleh Technics SL-1200 menjadi standar dalam industri. Turntable ini memiliki kontrol kecepatan yang presisi dan daya tahan yang tinggi, sehingga sangat cocok untuk pemutaran berulang dan teknik DJ.

Era Digital dan Kembalinya Vinyl

Dengan munculnya teknologi digital pada tahun 1990-an, industri musik bergerak menuju format CD dan komputer. Hal ini mengakibatkan penurunan signifikan dalam produksi piringan hitam, dan banyak orang beralih ke pemutaran digital. Namun, turntable tidak pernah sepenuhnya hilang.

Pada tahun 2000-an, ada kebangkitan minat terhadap piringan hitam dan turntable. Beberapa artis dan produsen musik mengambil kembali format vinyl sebagai cara untuk merilis musik mereka, dan banyak penggemar musik mulai menghargai suara analog yang khas yang dihasilkan oleh turntable.

Turntable Modern (Sejarah Alat Musik Turntable)

Saat ini, turntable modern adalah perangkat yang sangat canggih dengan teknologi tinggi. Banyak turntable memiliki fitur USB yang memungkinkan pengguna untuk mengonversi rekaman vinyl menjadi format digital. Selain itu, pemutar piringan hitam saat ini juga sering dilengkapi dengan fitur kontrol kecepatan yang lebih akurat dan lengan yang dipasang secara otomatis.

Selain itu, teknologi turntable telah berkembang untuk mengakomodasi perubahan dalam industri musik. DJ modern menggunakan turntable digital atau kontroler DJ yang memungkinkan mereka untuk melakukan manipulasi audio lebih lanjut dan menciptakan musik yang unik dalam waktu nyata.

Kesimpulan

Sejarah alat musik turntable adalah perjalanan yang panjang dan menarik yang mencerminkan evolusi teknologi dan peran budaya dalam dunia musik. Meskipun turntable mungkin tidak lagi menjadi perangkat utama untuk mendengarkan musik sehari-hari bagi banyak orang, itu tetap menjadi perangkat klasik yang memiliki tempat istimewa dalam dunia audiofile, budaya DJ, dan penggemar musik yang menghargai suara analog yang autentik. Meskipun teknologi terus berkembang, turntable tetap menjadi lambang sejarah musik yang kaya dan berharga.

Related Post