Sejarah panjang band Coldplay hingga disukai Masyarakat Eropa

Coldplay
Coldplay
Spread the love

Pendahuluan

Coldplay, band asal Britania Raya yang terkenal dengan musik pop-rock yang mendalam dan melodi yang menghanyutkan, telah mencapai puncak ketenaran di seluruh dunia. Salah satu pasar terbesarnya adalah Eropa, di mana mereka memiliki banyak penggemar setia. Sejarah panjang Coldplay yang dimulai dari awal kariernya hingga menjadi favorit di kalangan masyarakat Eropa adalah perjalanan musik yang menarik untuk diikuti. Dalam artikel ini, kita akan mengulas perjalanan panjang band, dari pembentukannya hingga menjadi fenomena musik global yang dicintai oleh jutaan orang di Eropa.

Membentuk Band: Awal yang Besar

Coldplay dibentuk di London pada tahun 1996 oleh empat mahasiswa dari University College London. Mereka adalah Chris Martin (vokalis, keyboard), Jonny Buckland (gitar), Guy Berryman (bass), dan Will Champion (drum). Saat itu, mereka masih muda dan bercita-cita tinggi, seperti banyak band indie pada masa itu. Nama “Coldplay” sendiri diambil dari buku berjudul “Child’s Reflections, Cold Play,” yang ditulis oleh seorang teman dari salah satu anggota band.

Debut Coldplay Album “Parachutes” (2000)

Pada tahun 2000, Coldplay merilis album debut mereka yang berjudul “Parachutes.” Album ini langsung sukses besar dan mendapatkan pengakuan luas dari kritikus musik. Single andalan seperti “Yellow” dan “Trouble” segera menjadi hits di seluruh dunia. “Parachutes” tidak hanya mencuri hati pendengar di Inggris, tetapi juga di seluruh Eropa. Kesan pertama dari suara yang mendalam dan lirik yang emosional membuat Coldplay mulai dikenal oleh masyarakat Eropa.

Coldplay Masa Kejayaan dengan “A Rush of Blood to the Head” (2002)

Setelah sukses besar dengan album pertama mereka, Coldplay merilis “A Rush of Blood to the Head” pada tahun 2002. Album ini tidak hanya mempertahankan kualitas musik mereka, tetapi juga mengangkat band ini ke tingkat yang lebih tinggi. Lagu-lagu seperti “In My Place,” “The Scientist,” dan “Clocks” menjadi hit besar di seluruh dunia, termasuk Eropa. Coldplay mendapatkan penghargaan Grammy untuk Album Terbaik tahun 2003, dan kehadiran mereka di panggung-panggung Eropa semakin kuat.

Eksperimen dan Perubahan dengan “X&Y” (2005)

Pada tahun 2005, Coldplay merilis album ketiga mereka, “X&Y.” Album ini menandai perubahan dalam gaya musik mereka, dengan eksperimen suara yang lebih banyak. Meskipun ada pendapat yang beragam tentang album ini, “X&Y” tetap menjadi sukses komersial besar dan memperkuat posisi Coldplay di Eropa. Lagu seperti “Fix You” dan “Talk” masih menjadi favorit di kalangan penggemar setia mereka di seluruh benua.

Masa Keemasan dengan “Viva la Vida or Death and All His Friends” (2008)

Puncak ketenaran Coldplay di Eropa datang dengan album keempat mereka, “Viva la Vida or Death and All His Friends,” yang dirilis pada tahun 2008. Album ini menampilkan eksperimen musik yang lebih lanjut dan lirik yang mendalam. Lagu “Viva la Vida” menjadi salah satu lagu mereka yang paling ikonik dan mencapai nomor satu di banyak tangga lagu di Eropa. Coldplay mendapatkan lebih banyak penghargaan Grammy dan pengakuan internasional dengan album ini.

Perjalanan Panjang yang Terus Berkembang

Setelah merilis “Viva la Vida,” Coldplay terus mengukir prestasi dengan album-album seperti “Mylo Xyloto” (2011), “Ghost Stories” (2014), “A Head Full of Dreams” (2015), dan “Everyday Life” (2019). Mereka terus mengadopsi gaya musik yang berbeda dan mengeksplorasi tema-tema yang beragam dalam lirik mereka.

Mempengaruhi Masyarakat Eropa

Coldplay bukan hanya band asal Inggris yang populer di Eropa, mereka juga memiliki dampak sosial yang signifikan di benua ini. Musik mereka yang penuh emosi, lirik yang dalam, dan pesan-pesan positif telah menginspirasi banyak orang di Eropa. Mereka sering terlibat dalam kampanye amal dan kegiatan sosial di seluruh Eropa, yang membuat mereka dicintai oleh masyarakat setempat.

Selain itu, konser-konser Coldplay di Eropa selalu menjadi acara yang sangat dinantikan. Mereka sering melakukan tur di seluruh benua dan tampil di stadion-stadion besar. Spektakel visual dan musik live yang mengesankan selalu menjadi daya tarik utama bagi penggemar mereka di Eropa.

Kesimpulan

Sejarah panjang band Coldplay dari awal pembentukannya hingga menjadi favorit di kalangan masyarakat Eropa adalah contoh perjalanan musik yang penuh pencapaian dan kesuksesan. Dengan lagu-lagu yang mendalam dan perubahan gaya musik yang berani, mereka terus menghibur dan menginspirasi jutaan orang di seluruh Eropa. Coldplay adalah salah satu band terbesar di dunia, dan pengaruh mereka di Eropa masih terasa kuat hingga saat ini.

Related Post